Para Santri Menempuh Jarak Yang Jauh Dan Curam Ke Sumber Air Untuk Berwudhu #PanggilanKebaikan, Aliran Pahala Tak Henti Bersama Air yang Terus Mengalir
Di berbagai pelosok Indonesia, masih banyak pesantren yang harus berjuang mendapatkan air bersih. Para santri terpaksa berjalan cukup jauh melewati jalan yang terjal untuk mengambil air demi berwudhu, mandi, memasak, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di atas merupakan gambaran santri pendalaman dalam menuju sumber air untuk berwudhu, mandi dan kebutuhan pokok lainnya. Jarak tempuh yang jauh serta kondisi jalan yang curam sangat mengkhawatirkan.
Saat musim hujan kondisi jalan menjadi sangat licin. Musim kemarau sumber air kering. Ketersediaan air bersih sangat sulit. Sumber air yang di gunakan saat ini berasal dari air sungai yang tercemar oleh limbah sampah lingkungan dan di ragukan kesuciannya.

Sahabat, yuk kita ikut peduli atas masalah yang mereka hadapi. Kita bangun wakaf sumur air bersih, yang airnya terus mengalir. Dan juga mereka tak perlu lagi berjalan jalan menuju hutan yang curam, serta tak khawatir dengan musim hujan dan kemarau.

“Wahai Rasulullah, bahwasanya Ummu Sa’ad (ibundaku) meninggal dunia. Sedekah apakah yang afdal untuknya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sedekah air.” Lantas Sa’ad pun menggali sumur untuk ibunya, lalu ia mengatakan, “Ini sumur untuk Ummu Sa’ad (ibundaku).” (HR. Abu Daud)
Mari istiqomah berwakaf, mulai dari 10ribu kita sudah menjadi bagian dalam kebaikan. Kebaikan yang manfaatnya akan sangat dirasakan. dengan cara:
