Tentang Program

Ayo Bantu Korban Gempa Sulawesi Tengah

“Ma, kita tidur di mana malam ini? Rumah kita sudah roboh…”

Pertanyaan polos itu barangkali sedang membisik di ratusan tenda darurat malam ini. Hari Selasa (16/6) yang tenang seketika berubah menjadi mencekam ketika gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah. Hanya dalam hitungan detik, guncangan dangkal sedalam 10 km tersebut meluluhlantakkan ruang aman tempat anak-anak bertumbuh.

Hingga saat ini, trauma mendalam masih menggelayuti benak warga. Lebih dari 42 kali gempa susulan terus mengintai, memaksa mereka bertahan di bawah langit malam yang dingin, beralaskan terpal seadanya karena takut bangunan yang tersisa akan runtuh menimpa mereka.

Gempa tektonik M 6,7 melanda wilayah Sulawesi Tengah, berdampak pada Kota Palu, Kab. Parigi Moutong, Kab. Poso, dan kerusakan paling parah di Kab. Sigi.

Dampak Bencana: Kehilangan Tempat Berlindung dalam Sekejap

Bencana ini telah meninggalkan luka fisik dan batin yang mendalam bagi saudara-saudara kita:

  1. Kehilangan Tempat Tinggal: Sebanyak 1.360 unit rumah warga rusak, memaksa puluhan keluarga menyaksikan rumah mereka hancur, retak, bahkan rata dengan tanah.
  2. Ribuan Jiwa Terlantar di Pengungsian: Sebanyak 1.813 Kepala Keluarga (atau 5.744 Jiwa) kini kehilangan tempat berteduh. Mereka tersebar di posko-posko pengungsian darurat, dengan konsentrasi terbesar di Desa Kamarora B, Kamarora A, dan Uwe Nuni.
  3. Fasilitas Umum Melumpuh: Puluhan tempat ibadah (26 gereja dan 7 masjid) mengalami kerusakan, sekolah-sekolah retak, dan fasilitas pelayanan kesehatan (PKM) ikut terdampak tepat di saat warga sangat membutuhkannya.

Kebutuhan Mendesak Saat Ini: Air Bersih dan Kehidupan Pengungsi

Kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan. Di tengah guncangan psikologis dan luka fisik yang diderita oleh puluhan korban, para penyintas kini harus menghadapi ancaman baru di posko pengungsian:

🚨 KRISIS AIR BERSIH TOTAL

Dampak gempa telah memutus total 2 titik jaringan air bersih utama di kawasan Kamarora A dan Kamarora B. Saat ini, ribuan pengungsi—termasuk bayi, anak-anak, dan lansia—berada dalam kondisi sangat rentan karena kesulitan mengakses air bersih untuk minum, memasak, dan sanitasi dasar.

Selain air bersih, mereka sangat membutuhkan bantuan darurat berupa:

  1. Paket Sanitasi & Air Bersih Darurat (Mobil tangki air, tandon penampungan, perlengkapan mandi).
  2. Kebutuhan Logistik Balita & Lansia (Popok, susu, makanan bayi, selimut, dan pakaian layak pakai).
  3. Pangan & Dapur Umum (Bahan makanan pokok siap saji untuk konsumsi harian di posko).
  4. Tenda Pengungsian Layak & Alas Tidur (Untuk melindungi mereka dari cuaca ekstrem dan dinginnya malam).

Mari Ulurkan Tangan, Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendirian

Saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah tidak pernah meminta bencana ini datang. Hari ini rumah mereka yang roboh, besok bisa jadi harapan mereka yang runtuh jika kita memilih untuk menutup mata.

Sekecil apa pun kepedulian yang Anda berikan akan menjadi penyambung napas, penawar dahaga di tengah krisis air bersih, dan pelipur lara bagi anak-anak di tenda pengungsian. Mari bersama-sama kita kembalikan senyum dan harapan para penyintas gempa bumi Sulawesi Tengah.

Klik "DONASI SEKARANG" dan kirimkan bantuan terbaik Anda hari ini.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman program ini adalah milik lembaga (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Amalsholeh.com.
Apakah penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan