“Mengapa Muslim Tidak Boleh Makan Babi?” Pembuka Percakapan tentang Islam di Jepang
-

Sensei Kyoichiro Sugimoto bersama Quran Terjemah Bahasa Jepang hadir di luar ruang komunitas Muslim pada Exchange Event di Mirai Crea, Hiroshima University, mengajak peserta mengenal budaya Indonesia dan konsep halal. Bagi peserta yang juga merupakan warga Jepang, pembahasan konsep halal bukan hanya tentang makanan yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi oleh umat Muslim. Topik ini menjadi ruang untuk bertanya dan memahami lebih jauh alasan di balik ketentuan dalam Islam.

Salah satu peserta menyampaikan:“Menurut saya, tidak ada masalah membicarakan halal sebagai bagian dari budaya Indonesia. Menarik juga untuk mengetahui mengapa umat Muslim tidak diperbolehkan makan daging babi.”. Respons sederhana ini menunjukkan bahwa ketertarikan untuk mengenal Islam dapat dimulai dari pertanyaan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Percakapan tentang halal dapat berkembang menjadi pertanyaan tentang ajaran Islam. Dari sana, seseorang dapat memiliki kesempatan untuk belajar lebih jauh. Bagi masyarakat Jepang yang ingin memahami Islam, Al-Quran Terjemah Bahasa Jepang menjadi salah satu sarana untuk melanjutkan proses tersebut melalui bahasa yang mereka pahami. Inilah salah satu alasan mengapa pembinaan dan edukasi Islam terus diperluas ke ruang-ruang di luar komunitas Muslim. Al-Qur’an tidak hanya berhenti pada orang yang pertama kali menerimanya. Apa yang dipelajari seseorang dapat menjadi percakapan yang membuka kesempatan bagi orang lain untuk mengenal Islam.

Di Hiroshima University, percakapan mengenai budaya Indonesia dan halal telah menjadi salah satu ruang bagi peserta non-Muslim Jepang untuk mengenal lebih jauh tentang bagian dari ajaran Islam yang mungkin sebelumnya belum mereka pahami. Inilah langkah kami dalam menghadirkan Al-Qur’an di tengah ruang kehidupan masyarakat Jepang, bukan hanya sebagai mushaf yang didistribusikan, tetapi juga sebagai sumber yang dapat membantu seseorang bertanya, belajar, dan memahami suatu fenomena dalam kehidupan sehari-hari.
Yuk, kita lanjutkan membagikan Quran terjemah Bahasa Jepang sekaligus pembinaan mualaf dan syiar dakwah di negeri matahari terbit. Semoga ini menjadi bekal kita untuk #PulangDenganBahagia.
Kami memberikan peluang amal saleh Sahabat Cinta Quran untuk juga bisa mendukung Program Wakaf Quran Terjemah Jepang, melalui link berikut: https://syafa.at/quranjepang