Ada sebuah amalan yang pundi-pundi pahalanya mengalir saat kita sibuk bekerja, tertidur lelap bahkan ketika sudah meninggal dunia. Ini adalah amal jariyah.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Ceria Mereka adalah bahagia kita, ikut andil dalam membahagiakan mereka dengan sedekah untuk kebutuhan para santri Tuna Netra.
Ada sebuah amalan yang pundi-pundi pahalanya mengalir saat kita sibuk bekerja, tertidur lelap bahkan ketika sudah meninggal dunia. Ini adalah amal jariyah.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
25 Sep 2026
Mengenal Huruf Latin Braille: Santri I’dad Belajar Menulis dengan Titik
-

Pada Rabu, 16 September 2026 pukul 08.00 WIB, berlangsung pembelajaran BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) di Ruang Belajar Asrama Putri Tengah. Kegiatan ini dibimbing oleh Ustadzah Lita dan diikuti oleh santri kelas I’dad.
Pada pertemuan pekan ini, para santri mendapatkan materi mengenai penulisan huruf Latin menggunakan sistem Braille. Setelah memahami dasar-dasar huruf Latin Braille, santri kemudian mempraktikkannya dengan menulis nama-nama tempat dalam huruf Braille.
Braille merupakan sistem tulisan yang menggunakan titik-titik timbul yang dapat diraba dengan ujung jari. Sistem ini menjadi salah satu media penting bagi tunanetra untuk membaca dan menulis secara mandiri. Satu karakter Braille pada dasarnya tersusun dalam satu sel yang terdiri dari enam titik, yaitu dua kolom dengan masing-masing tiga titik.
Dalam pembelajaran ini, santri mempelajari bagaimana susunan titik tertentu mewakili huruf Latin, sehingga sebuah kata dapat ditulis dan dibaca melalui perabaan. Kemampuan mengenali posisi titik menjadi hal penting karena sedikit perubahan pada susunan titik dapat menghasilkan karakter yang berbeda.
Setelah mempelajari huruf-huruf Latin Braille, santri diberikan latihan untuk menulis nama-nama tempat. Latihan tersebut bertujuan agar santri tidak hanya menghafal bentuk atau susunan titik, tetapi mampu menerapkannya dalam kata-kata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan menulis Braille juga membutuhkan ketelitian, konsentrasi, dan koordinasi antara kemampuan membaca dengan perabaan serta keterampilan tangan. Santri perlu memastikan setiap titik ditulis pada posisi yang tepat agar kata yang dihasilkan dapat dibaca dengan benar.
Pembelajaran BTQ seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan literasi Braille santri. Selain mendukung kemampuan membaca dan menulis secara mandiri, penguasaan Braille juga menjadi bekal bagi santri untuk mengakses berbagai informasi, mencatat materi pembelajaran, serta berkomunikasi melalui tulisan.
Bagi santri I’dad, keterampilan dasar ini merupakan fondasi yang akan membantu mereka mengikuti pembelajaran Al-Qur’an Braille maupun materi lainnya pada jenjang berikutnya. Prosesnya membutuhkan latihan yang konsisten karena keterampilan membaca dan menulis melalui perabaan berkembang seiring dengan semakin terlatihnya kepekaan ujung jari.
Suasana pembelajaran berlangsung dengan fokus dan penuh ketelitian. Setiap titik yang ditulis menjadi bagian dari proses santri dalam membangun kemandirian melalui kemampuan literasi.
Karena bagi tunanetra, titik-titik kecil pada Braille bukan sekadar tulisan. Di dalamnya ada ilmu, informasi, dan jalan menuju kemandirian.
Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung Pesantren Tunanetra Sam'an Quran. Dukungan mereka telah memungkinkan kami untuk terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang memperkaya rohani dan intelektual para santri, memperkuat pondasi keilmuan Islam di kalangan generasi muda. Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan berlipat ganda.
Selain itu Sahabat Cinta Quran juga bisa mendukung program mulia ini, melalui link berikut https://syafa.at/re-paket-wakaf
Hamba Allah
42 menit yang lalu
Rp 500.487
Hamba Allah
1 jam yang lalu
Rp 150.000
Hamba Allah
1 jam yang lalu
Rp 150.000
Hamba Allah
1 jam yang lalu
Rp 150.000
Hamba Allah
1 jam yang lalu
Rp 150.000