Beasiswa Pahlawan Quran ditujukan untuk murid-murid dari kalangan dhuafa yang berisiko putus sekolah karena keterbatasan biaya. Berdasarkan data dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, angka anak-anak (SD) yang putus sekolah sekitar 40.623. Beasiswa ini hadir untuk membantu mereka mendapatkan pendidikan berkualitas berbasis Quran, meski di tengah tingginya biaya pendidikan di Indonesia.
Selain itu, beasiswa ini juga mendukung para tunanetra. Di tengah minimnya pesantren inklusif di Indonesia, Beasiswa Pahlawan Quran memastikan mereka bisa mendapatkan pendidikan Quran yang layak dan setara, agar mereka dapat berkembang dengan kesempatan yang sama. Sesuai estimasi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes RI), bahwa jumlah penyandang tunanetra di Indonesia mencapai lebih dari 4 juta jiwa. Sedangkan akses pendidikan inklusi bagi mereka masih sangat sedikit.

