Innalilahi wa innailaihi roojiun Bencana sedang melanda Nusa Tenggara Timur

Bumi Flores, Nusa Tenggara Timur, berduka. Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, gempa bumi besar berkekuatan magnitudo 7,0 (BMKG mencatat sejumlah versi kekuatan hingga 7,7) mengguncang wilayah Nagekeo dan sekitarnya, sekitar 30 km timur laut Mbay, pada kedalaman 15 km. Guncangan dahsyat ini merambat dan meluluhlantakkan permukiman di delapan kabupaten, membentang dari Manggarai Timur di barat hingga Ngada di timur.
Hingga Senin, 17 Agustus 2026, tercatat: 68 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka, sebagian dalam perawatan intensif. Ribuan warga mengungsi, kehilangan tempat tinggal karena rumah roboh maupun karena trauma dan kekhawatiran gempa susulan. Ribuan rumah rusak berat hingga rata dengan tanah, serta fasilitas umum dan infrastruktur ikut terdampak
Para penyintas kini sangat membutuhkan uluran tangan berupa: Bantuan pangan, Tenda pengungsian, selimut, dan perlengkapan tidur, Layanan kesehatan dan obat-obatan darurat, Fasilitas MCK dan sanitasi darurat di titik-titik pengungsian.
Dukungan psikososial bagi anak-anak dan lansia terdampak
Mari bersama Cinta Quran Foundation, kita salurkan bantuan berupa makanan, pakaian, obat-obatan, hingga kebutuhan mendesak lainnya. Di saat seperti ini, uluran tangan kita adalah harapan besar bagi mereka untuk kembali bangkit. Donasi Anda adalah bentuk nyata kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.
“Barangsiapa yang membantu meringankan kesulitan seorang mukmin, maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)
Semoga Allah berikan ketabahan, kesabaran, dan perlindungan terbaik. Mari berbagi, bantu kuatkan saudara-saudara kita yang terdampak Bencana di NTT
InsyaAllah dari setiap senyum yang terukir nantinya akan ada keberkahan untuk kita semua.

Salurkan bantuanmu untuk meringankan beban mereka dengan cara :

Jika ada donasi sudah ditutup dan masih ada lebih, akan dialihkan ke donasi bencana alam yang lainnya.
*Disclaimer
Dana yang masuk akan disalurkan 100% untuk program setelah dipotong biaya operasional penggalangan dana dan pengembangan dakwah.