Masih ingat LPQ Daarul Irsyad ini? LPQ Darul Irsyad lahir dari animo anak-anak yang antusias untuk belajar Al Quran. Awalnya hanya belajar di rumah panggung milik Ustadz Agus, lama-kelamaan semakin ramai hingga rumahnya tak muat lagi digunakan. Akhirnya ia memutuskan lahan bekas kandang ayam yang tak terpakai disulap menjadi tempat pengajian anak satu kampung.
LPQ Darul Irsyad tidak mempunyai bangunan dan sarana yang layak. Atap hampir ambruk, dinding bilik bambu penuh lubang, dan lantai pun bergelombang karena dulunya bangunan ini bekas kandang ayam.
Bangunan yang kecil dan sempit membuat 114 santri harus belajar secara bergantian. Fasilitas madrasah juga tidak mendukung, mulai dari Al-Quran yang seadanya dan rusak, karpet yang dijadikan alas sudah sangat tipis, belum lagi meja kursi yang terbatas. 
Berikut dokumentasi ketika progress pembangunan kamar mandi baru akan dimulai, terlihat antusias para santri yang menantikan ini sejak lama, sehingga mereka tak perlu lagi mengantri nantinya dan bisa shalat tepat waktu.
Tak sedikit dari mereka yang ingin turut serta membantu dalam progress pembangunan ini.
Alhamdulillah atas izin Allah dan kontribusi darimu, telah merampungkan pembangunan fasilitas kamar mandi untuk LPQ Daarul Irsyad, Kabupaten Sumedang yang berkolaborasi dengan Amalsholeh.com, Indonesia Beramal Sholeh, dan Ruang Kita Peduli kali ini mereka tidak perlu mengantri terlalu panjang sampai harus menunda waktu sholat.
Terima kasih #OrangBaik, semoga fasilitas kamar mandi yang dipakai oleh santri, masyarakat dan jamaah Masjid di sekitar Dusun Cilaku Hilir bisa menjadi pahala jariyah yang terus mengalir, menjadi wasilah datangnya kebaikan, dan dimudahkan segala urusan maupun rezeki, Aamiin.
Jazakumullah khairan katsiran untuk Anda dan semua #OrangBaik yang terlibat, semoga setiap doa, harta maupun tenaga yang telah dikontribusikan menjadi wasilah datangnya banyak kebaikan di dunia maupun di akhirat kelak dan pahalanya mengalir kepada kedua orangtua kita. Aamiin ya rabbal alamin.
"Hal yang terlihat kecil dan sederhana itu bisa bernilai dan berdampak besar bagi orang lain yang membutuhkan"
Jazakumullah Khayran Katsiran
Salam, Rizal Armada