Idul Adha selalu ingetin kita sama kisah luar biasa:
Nabi Ibrahim diminta ngorbanin anaknya, Ismail.
Berat? Banget.
Tapi karena cinta dan taatnya ke Allah, mereka berdua siap.
Dan di detik terakhir,
Allah ganti Ismail dengan hewan qurban.
Itulah awal mula kenapa kita qurban hari ini.
Tapi sekarang, pertanyaannya...
Siapa yang mau jadi "pengganti" untuk anak-anak Palestina?
Bukan buat dikorbankan—tapi buat diselamatkan.

Daging? Langka.
Makanan? Sering kali nggak ada.
Anak-anak? Banyak yang hanya bisa nonton dari kejauhan sambil nahan lapar.

Jangan biarkan kisah qurban cuma tinggal cerita.
Waktunya kita hidupkan maknanya:
tentang rela memberi, walau kita nggak kenal siapa yang menerima.