Sebutan “orang gila” atau “dungu” seolah menjadi makanan sehari-hari oleh keluarga Pak Gugun.
Laki-laki asal Desa Bojong Kasih, Kec. Kadupandak, Kab. Cianjur tersebut memilih untuk merawat Istrinya dijauhi oleh orang sekitar karena dianggap ODGJ (orang dengan gangguan jiwa).

Pak Gugun menceritakan bagaimana rasanya menjaga wanita tercintanya yang mengidap cacat mental.
“Banyak yang bilang saya “dungu” karena mau merawat wanita ODGJ. Padahal, saya sangat mencintanya karena saya sudah berkomitmen dengannya,” sebuah jawaban sederhana dari Pak Gugun.
Betapa hancurnya hati Pak Gugun setiap hari mendengar cibiran orang.

Hanya bermodalkan kesetiaan Pak Gugun memberanikan diri tinggal jauh dari keramaian dan bekerja mencari gula aren.
Penghasilannya tidak menentu, hanya mendapatkan 3 gandu/hari yang dihargai Rp15.000. Uang segitu dipaksa harus mencukupi hidup mereka bertiga, tentu saja akan habis untuk sekali makan.
"Pernah seharian saya dan keluarga menahan lapar karena tak ada lagi yang bisa dimakan. Kami juga sering cuma bisa makan pisang dan singkong," cerita Pak Gugun pada kami.

Padahal, Pak Gugun sangat memimpikan kehidupan layak bagi keluarga tercintanya. Anaknya yang masih kecil tak seharusnya merasakan kelaparan dan dingin udara malam karena rumah yang bolong-bolong.
Sahabat, begitu besar ujian yang harus dilalui Pak Gugun untuk membuat keluarga kecilnya bahagia. Adakah orang baik yang mau bantu wujudkan kehidupan layak bagi keluarga kecil yang ingin bahagia ini?
Berapapun yang anda berikan akan sangat berarti bagi Pak Gugun dan keluarganya.
-----------
Kantor Rumah Pangan Bangsa
Komplek Setra Dago
Jl. Setra Dago Utama no. 27, Antapani Wetan, Antapani, Kota Bandung
SMS WA/Konfirmasi: 08112467584