15 Agustus 2026 menjadi hari yang berat bagi warga Kampung Nuha dan Kampung Rese, Manggarai Timur, NTT.
Gempa kuat M 7,7 yang mengguncang wilayah ini menyebabkan Masjid Jami Jabal Nur mengalami kerusakan pada dinding dan struktur bangunan. Retakan yang semakin lebar membuat warga tidak lagi merasa aman untuk beribadah di dalamnya.
Padahal, masjid ini bukan sekadar bangunan.
Sekian lama penantian baru beberapa tahun di gunakan Masjid Jabal Nur harus rusak dan di robohkan karena tak layak lagi di gunakan sebagai tempat beribadah. Terpaksa harus di robohkan untuk kembali di bangun.


Masjid Jami Jabal Nur dibangun pada 2018 dari hasil gotong royong warga. Setiap kepala keluarga ikut patungan sekitar Rp500.000 hingga akhirnya berdiri masjid berkapasitas sekitar 300 jemaah.
Di sinilah warga dari Kampung Nuha dan Kampung Rese, Desa Compang Soba dan Desa Sisir, berkumpul untuk salat berjamaah, mengaji, pengajian, dan berbagai kegiatan keislaman.
Kini, tempat yang mereka bangun bersama itu rusak dan tidak lagi aman digunakan.
Saat ini, warga terpaksa beribadah di tempat sementara yang sederhana.

Namun, Masjid Jami Jabal Nur bukan satu-satunya tempat ibadah yang terdampak.
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada masjid dan mushola di berbagai titik lainnya di Nusa Tenggara Timur. Sebagian membutuhkan renovasi, sebagian lainnya perlu dibangun kembali agar masyarakat dapat kembali beribadah dengan aman dan nyaman.
Delapan tahun lalu, pembangunan fisik Masjid Jami Jabal Nur membutuhkan biaya sekitar Rp221 juta.
Hari ini, kebutuhan pembangunan kembali tentu tidak sedikit. Apalagi lokasi masjid berada di wilayah pedalaman NTT, dengan tantangan akses serta biaya material dan pengiriman yang lebih tinggi.

Karena itu, mereka membutuhkan gotong royong kita.
“Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Bukhari & Muslim)
Sahabat, Gempa telah merusak tempat ibadah yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan warga NTT. Kini, mereka membutuhkan uluran tangan kita untuk menghadirkan kembali masjid yang aman dan nyaman bagi seluruh jamaah.
Masjid Jami Jabal Nur dulu berdiri karena semangat gotong royong warga yang patungan untuk membangunnya. Kini, setelah gempa merusak tempat ibadah ini, semangat yang sama kembali dibutuhkan untuk membantu membangunnya kembali.
Bukan hanya Jami Jabal Nur, masjid dan mushola lain yang terdampak gempa di berbagai titik NTT juga membutuhkan perhatian kita.
Melalui campaign ini, donasi yang terkumpul akan menjadi bagian dari ikhtiar pemulihan tempat ibadah terdampak gempa di NTT. Dana tidak hanya digunakan untuk pembangunan kembali Masjid Jami Jabal Nur, tetapi juga untuk renovasi dan pembangunan kembali masjid dan mushola terdampak lainnya, sesuai prioritas dan kebutuhan berdasarkan kondisi di lapangan.
InsyaAllah, setiap rupiah yang dititipkan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kembali tempat ibadah yang aman bagi saudara-saudara kita di NTT.
Klik “BANTU SEKARANG”
Masukkan nominal donasi terbaikmu
Pilih metode pembayaran
Ajak keluarga dan sahabat untuk ikut membantu
Sedekah Anda, Tempat Ibadah Mereka.
#KekalkanKebaikan