Tentang Program

Istiqomah Bantu Rakyat dan Pengungsi Palestina Sepanjang Tahun

Penjajahan dan aneksasi yang terstruktur telah menggerogoti sendi kehidupan bangsa Palestina. Lebih dari setengah dari total bangsa Palestina kini menjadi pengungsi di berbagai tempat. Sebagian di dalam, sebagian lain tersebar di Lebanon, Yordania, Suriah, Turkiye serta beberapa negara lainnya.

Hidup sebagai pengungsi amat tidak menguntungkan bagi bangsa Palestina. Mereka tergantung pada bantuan dari luar bahkan untuk kebutuhan-kebutuhan mendasar seperti pangan dan pakaian.

Situasi buruk ini bukan hanya menimpa warga yang telah melahirkan generasi ketiga sebagai pengungsi, tapi juga rakyat Palestina khususnya setelah agresi/genosida di Gaza Oktober 2023 hingga Januari 2025. Selain telah membuat kurang lebih 62.000 jiwa gugur, genosida di Gaza mengubah 2,3 juta warga Gaza menjadi pengungsi.

Belum berhenti di situ. Selagi berencana mengusir sebanyak mungkin rakyat Gaza, israel melancarkan serangan — termasuk di dalamnya pengusiran — terhadap rakyat dan pengungsi di Tepi Barat. Tercatat pada awal Februari 2025 setidaknya lebih dari 2.000 keluarga terusir dan terus bertambah.

Menjawab krisis kemanusiaan yang telah berlangsung selama 75 tahun ini, KNRP hadir sejak tahun 2006. Alhamdulillah sepanjang genosida di Gaza, KNRP telah menyalurkan sebanyak 103 kali bantuan. Insya Allah kami akan selalu berusaha menjadi yang terdepan menyambungkan kepedulian Rakyat Indonesia kepada Palestina.

Sepanjang tahun, KNRP menyalurkan secara rutin setidaknya dalam empat musim penyaluran: 

  1. Musim Dingin, 
  2. Ramadhan
  3. Idul adha
  4. Emergency (tentatif/jika terjadi agresi)

Sepanjang tahun, kebutuhan rakyat dan pengungsi Palestina tetap sama:

  1. Pakaian dan Bingkisan Sesuai Kebutuhan
  2. Pangan Secara Umum
  3. Makanan Siap Saji

Kami mengajak Anda untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan pengungsi Palestina, gapai keberkahan sepanjang tahun dengan peduli kepada negeri penuh berkah, Palestina.

Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al-Isra: 1)

Dari Maimunah (binti Sa’ad), pembantu Nabi , dia bertanya, ”Wahai Nabi Allah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis. Maka beliau menjawab, “Tanah tempat bertebaran dan tempat berkumpul, datanglah ke sana dan shalatlah di dalamnya, karena satu shalat di dalamnya sama dengan seribu shalat. Dia (Maimunah) bertanya (lagi), ”Bagaimana jika engkau melihat orang yang tidak mampu shalat (di sana) dan tidak mampu mendatanginya?” Beliau menjawab, “Hendaklah engkau mengirimkan minyak untuk meneranginya, karena siapa pun yang mampu mengirimkannya, seolah-olah dia telah shalat di dalamnya.” (HR Ahmad).


Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman program ini adalah milik lembaga (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Amalsholeh.com.
Apakah penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan