Bayangkan setiap hari harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih.

Santri-santri di pesantren-pesantren pelosok Indonesia menghadapi kenyataan ini setiap hari. Dalam kondisi keterbatasan, mereka berjuang belajar dan menghafal Al-Qur'an dengan fasilitas yang minim. Air yang mereka gunakan untuk berwudhu, mandi, dan kebutuhan sehari-hari lainnya terkadang berasal dari sumber yang tidak layak.


Sebagai umat Islam, kita mengetahui bahwa air adalah kebutuhan dasar setiap makhluk hidup.
Air bersih memberikan kesempatan bagi santri untuk hidup sehat, belajar lebih besar, dan menjalani ibadah dengan sempurna. Namun, tanpa sumur bor yang layak, pesantren-pesantren ini akan terus terkendala akses air yang sulit. Betapa besarnya potensi yang bisa tumbuh jika mereka memiliki akses air bersih dengan mudah.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik sedekah adalah memberikan air minum.” (HR.Ahmad).
Berwakaf sumur bor adalah amal jariyah yang pahalanya mengalir tanpa henti. Setiap tetes air yang digunakan untuk bersuci, setiap ibadah yang dilakukan, setiap aktivitas santri yang tersenyum dengan kebaikan ini akan menjadi pahala yang mengalir untuk Anda. Betapa indahnya berbagi keberkahan yang terus berlanjut, bahkan ketika kita sudah tiada
Yuk jadi #jembatankebaikan dengan ikut berpartisipasi bersama Yayasan Desa Hijau untuk membantu kebutuhan air untuk sehari-hari para santri!
Caranya:
Klik tombol WAKAF SEKARANG,
Isi nominal donasi yang ingin diberikan,
Pilih metode pembayaran GO-PAY/Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit,
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan saluran galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu. Terima kasih #jembatankebaikan.
Berikut adalah alasan singkat dan jelas mengapa galang dana sumur bor ini sangat dibutuhkan:
Kebutuhan Darurat: Air bersih adalah sumber kehidupan utama yang tidak dapat ditunda lagi.
Krisis Kesehatan: sumur bor, warga terpaksa menggunakan air keruh/kotor yang memicu sarang penyakit.
Solusi Permanen: Berbeda dengan bantuan air tangki yang cepat habis, sumur bor menyediakan air bersih gratis untuk jangka panjang.
Biaya Tinggi: Warga pelosok tidak mampu membiayai pengeboran mandiri yang mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.
Pahala Jariyah: Setiap tetes air bersih yang digunakan untuk minum, berwudhu, mandi, atau memasak akan mengalirkan pahala terus-menerus kepada pemberi wakaf selama sumur tersebut berfungsi.