Pondok Pesantren Hancur Karena Gempa

Kebutuhan Rp 200.000.000
201 Donatur26 Hari lagi
Yasa Peduli

Yasa Peduli

Akun terverifikasi

Tentang program

Gempa Malang Meninggalkan Luka

Hampir 5 bulan terhitung sejak April 2021, Pondok Asy Syafi'iyah, Ampelgading masih berupa sisa-sisa bangunan. Masih terlihat jelas reruntuhan bangunan yang berserakan di lantai semen. Bangunan dua lantai berdinding biru yang dulu kokoh berdiri, kini tidak meninggalkan jejaknya sedikit pun. Gempa 6,1 SR itu benar-benar menghacurkan segalanya.

Tidak hanya itu, dahsyatnya gempa dan dekatnya asal sumber gempa menyebabkan terjadinya longsor dan menghayutkan sebagian bangunan pondok. Mereka telah kehilangan mushola, ruang kelas, asrama putra, dan kamar mandi. Fasilitas-fasilitas penting itu kini sudah tidak berbentuk. Puing-puing dan retakan dinding menjadi saksi bisu dari besarnya gempa yang terjadi.

Bangunan yang rata dengan tanah:

1. Ruang kelas

2. Kamar mandi

3. Mushola

Bangunan rusak parah:

1. Asrama lantai 1

2. Pagar tembok

Total dana yang dibutuhkan Rp 200.000.000

Dengan keadaan yang tidak ideal, sebagian santri putra harus rela berpindah tempat istirahat ke kandang kambing. Tidak ada lagi pilihan yang lebih baik untuk saat ini. Mereka memperbaiki kandang kambing yang berdinding bambu tersebut dengan kayu seadanya. Memperindahnya dengan cat berwarna coklat.

Tidak bisa dikatakan bahwa itu adalah pilihan yang mudah. Mereka harus berdesakan di dua ruangan dengan santri lainnya tanpa alas tidur. Tidak perlu ditanya bagaimana rasanya di malam hari ketika angin dingin berhembus dan hujan mengguyur pondok mereka. Dinding bambu itu sama sekali tidak diperuntukkan untuk menahan dinginnya angin malam dan hujan deras.

Mushola yang luas, kini telah hilang. Hanya ada mushola kecil yang cukup menampung belasan orang. Sedangkan jumlah santri lebih dari 100 anak. Ruang kelas yang berdiri bersebelahan dengan mushola juga sudah tidak berbentuk. Hal ini sama sekali tidak mempermudah para santri untuk kembali belajar.

Kabar baiknya, kamar mandi yang terseret tanah longsor sudah berdiri kembali dan dapat dikatakan layak pakai. Meski masih berlantai dan berdindingkan semen yang memancarkan suasana suram. Memang tidak begitu indah dipandang. Tetapi fungsinya telah terpenuhi. Asrama putri yang mengalami keretakan disana-sini juga telah diperbaiki dan difungsikan kembali.

Saat ini, pembangunan terpaksa berhenti karena harga besi penyangga dan bahan material lainnya sedang melambung tinggi. Serta, menipisnya dana yang dimiliki oleh pondok semakin memaksa mereka untuk segera menghentikan pembangunan sementara ini.

Keadaan yang serba kurang, tidak ideal, dan bahkan bisa dibilang seadanya tidak menjadikan keluh kesah keluar dari bibir mereka. Fokus utama adalah mempelajari agama Allah dan mengejar impian setelah lulus dari pondok. Mereka yakin apa yang menimpa mereka adalah kehendak Allah. Bangunan dan fasilitas yang hilang itu mereka bangun perlahan-lahan. Dengan dana seadanya. Dan dengan segala kemampuan yang mereka miliki.

Siang itu, para santri berkativitas seperti biasa. Mencari ilmu, beribadah, dan bermain bersama. Senyuman mereka masih terlihat, tawa dan senda gurau mereka masih bisa terdengar dari kejauhan. Riuh rendah percakapan mereka menjadi tanda bahwa semangat mereka tidak padam. Bahkan semangat mereka sangat menular pada kami, para relawan. Apa jadinya jika mereka bisa menikmati belajar, beribadah, dan beristirahat dengan nyaman? Apa yang bisa capai dengan segala fasilitas yang memadai?

Doa-doa yang mereka ucapkan di akhir sholat disisipkan untuk semua orang yang telah mempedulikan dan membantu mereka. Tidak peduli besar, kecil, dan bentuk bantuannya. Rasa syukur selalu mereka ucapkan di akhir doa dan hari mereka. Jadilah bagian dari rasa syukur dan kebahagiaan para santri Pondok Pesantren Asy Syafi'iyah serta meraih pahala jariyah.

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik ..." (Al Qashsash : 77)

Satu Hati Sejuta Peduli

Cek video lengkapnya disini

LAZ YASA Malang tidak menerima donasi dana Zakat, Infak, Sedekah dan Dana Sosial Kemanusiaan Lainnya yang bersumber dari hal-hal yang haram, tindak pidana, korupsi, terorisme, dan pencucian uang.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman program ini adalah milik lembaga (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Amalsholeh.com.

Fundraiser

Jonathan Doe

Berhasil mengajak 1.000 orang untuk berdonasi
Rp 1.000.000.000

Jonathan Doe

Berhasil mengajak 1.000 orang untuk berdonasi
Rp 1.000.000.000

Jonathan Doe

Berhasil mengajak 1.000 orang untuk berdonasi
Rp 1.000.000.000
Jadi #JembatanKebaikan sebagai fundraiser program ini.
Jadi Fundraiser

Berita terbaru

Jonathan Doe

Berhasil mengajak 1.000 orang untuk berdonasi
Rp 1.000.000.000

Jonathan Doe

Berhasil mengajak 1.000 orang untuk berdonasi
Rp 1.000.000.000

Jonathan Doe

Berhasil mengajak 1.000 orang untuk berdonasi
Rp 1.000.000.000

Jonathan Doe

Berhasil mengajak 1.000 orang untuk berdonasi
Rp 1.000.000.000

Jonathan Doe

Berhasil mengajak 1.000 orang untuk berdonasi
Rp 1.000.000.000

Jonathan Doe

Berhasil mengajak 1.000 orang untuk berdonasi
Rp 1.000.000.000