Tentang Program

Pembelian Alat tulis, dan Perlengkapan Sekolah Santri

Kami juga ingin Ibadah dan sekolah dengan layak, kak!"

Seringkali kita melihat seorang bahkan segerombolan anak-anak yang menghabiskan waktu di jalanan. Ada yang membawa dagangan ibunya seperti keripik, kue-kue kering, bahkan ada yang terlihat lusuh seperti tak ada yang mengurus.

Bukan kehendak mereka untuk terlihat seperti itu!

Sorot mata mereka menggambarkan betapa duka kehidupan telah mencuri kesenangan masa kecilnya yang seharusnya banyak dihabiskan untuk menuntut ilmu dan bermain. Saat ditanya kenapa, mereka pasti menjawab tak ada ayah lagi, atau ibu, atau keadaan ekonomi mereka tengah sulit. Ditambah kondisi pandemi yang tak kunjung usai.

Begitupun dengan kondisi Erika yang terus berjuang untuk kebahagian Ibunya, Sahabat Quran, yuk kenalan dengan Erika Clara Purwanti. Santri yang kerap disapa Erika ini sudah menimba ilmu kurang lebih 3 tahun di Ma'had Askar Kauny Cinere, Depok. Erika lahir pada tanggal 23 Maret 2004 dan di usianya yang menginjak 16 tahun ini, ia sudah mengantongi hafalan 11 juz Al-Qur'an. MasyaAllah.

Dibalik kesuksesan seseorang, tentulah ada sosok penyemangat dibaliknya. Seringkali dinamakan sebagai Support System. Begitupun dengan Erika, ia memiliki sosok utama yang menjadi penyemangat ia dalam belajar dan menghafal Al-Qur'an di Ma'had.

"Ada. Mama," kata Erika, nadanya sedikit bergetar ketika mengatakannya. "Karena mama disana berjuang sendiri..." lanjutnya sambil menahan tangis.

Erika adalah sosok yang sangat kuat, Sahabat Quran. Dibalik perjuangannya di Ma'had, mamanya lah yang menjadi sumber utama kekuatannya. Erika lahir dari pasangan Alm. Djuly Purwanto dan Sri Kartini. Mereka tinggal di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Namun kini, Alm. Bapak Djuly (ayahanda Erika) telah meninggal dunia, sedangkan mamanya kini menjadi seorang juru masak di salah satu Ma'had.

Sosok kedua orang tuanya sangat berarti baginya. Apalagi mamanya yang saat ini berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan bagi Erika. Ia ingin sekali membanggakan mamanya, terutama ayahandanya tercinta yang telah lama meninggal.

Sahabat Quran Apa yang paling dirindukan di bulan Ramadhan? Semua orang begitu banyak berlomba-lomba mencari pahala dengan berbagi kebaikan, apalagi kepada kaum yatim dhuafa. Bulan itu dirasakan sebagai bulan paling membahagiakan hati karena mampu memberi banyak kebermanfaatan dan menolong mereka yang membutuhkan.

Di bulan Ramadhan, jadikan saat ini sebagai momentum untuk memupuk semangat berbagi. Karena jika bukan dari sekarang, kapan lagi?

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman program ini adalah milik lembaga (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Amalsholeh.com.
Apakah penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan