Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.”
(HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas)

Sudah 5 tahun Pak Baidowi mengurus Panti Asuhan As Syabab Al Amanah. Ia ingin anak-anak yatim dhuafa yang putus sekolah dapat tinggal dan melanjutkan pendidikan di sana.
25 anak menggantungkan hidup pada Pak Baidowi di Panti Asuhan ini. Belajar mengaji, sholat berjamaah, belajar berkebun, dan beternak. Semua mereka lakukan di sebuah rumah sederhana yang sebenarnya hanya mampu menampung 15 orang.
Hati kecil Pak Baidowi sanga
t sedih. Ia ingin sekali anak-anak ini dapat belajar di tempat yang lebih layak. Tidak perlu merasa kesempitan, kepanasan, dan merasa pengap karena puluhan orang harus tinggal di rumah yang sempit.
Maka, ia berjuang mati-matian mewujudkan keinginan memberi rumah layak bagi mereka. Namun, pekerjaannya sebagai petani dengan rata-rata penghasilan 100 ribu per hari hanya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari saja.

Untungnya, ada seorang Bapak yang baik hati, Pak H. Wanikar namanya. Ia memberi lahan luas sebagai wakaf, untuk dibangun asrama agar anak-anak tersebut bisa memiliki tempat tinggal dan belajar yang lebih nyaman.
Pak Baidowi dan anak-anak di sana sangat senang. Sambil melihat lahan itu, mereka membayangkan masa depan mereka untuk tinggal di tempat lebih layak.
Namun, masalah baru muncul. Mereka tak punya biaya untuk membangun asrama di sana. Lagi-lagi, mimpi mereka untuk dapat tinggal di tempat yang layak harus tertunda.
Orang Baik, maukah kamu membantu mewujudkan impian mereka? Bantu Pak Baidowi membangun sebuah asrama untuk para yatim dan dhuafa melalui
