“Jadi kalau dikatakan tubuh bu Tri lemah, ya sangat lemah. Berkali-kali saya ceramah mimisan dan muntah darah. Berkali-kali kepala sakit dan berdenging. Tapi hari ini, alhamdulillah saya masih berdiri. Saya masih ada. Semata-mata karena kemurahan Allah kepada saya.” Ujar ustadzah Tri Handayani, Pejuang Kanker Sejak 1994.
28 tahun sudah kanker menyerang ustadzah Tri. Pendakwah, penulis sekaligus Ibu 2 anak ini tidak mengenal kata menyerah dalam kamus hidupnya. Sejak 1994 sampai 2004, ustadzah Tri telah menelan pil pahit terutama saat tubuhnya harus melawan 6 kanker. Mulai dari kanker nasofaring, kanker trakea, kanker otak stadium 3B, kanker ovarium, kanker abdomen dan kanker usus besar.
